Senin, 07 Juli 2014

penganggaran perusahaan



MAKALAH
PENGANGGARAN PERUSAHAAN
ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI UMUM
Dosen  : Isnan Murdiansyah, SE.MSA.,Ak


 


Dibuat oleh :
Abdillah Ibrahim
Imam Safi’i
Naufal Afnani
Nuri Bisiranawati
Putri Siah Hapsari
211131390
211131403
211131412
211131413
211131416


JURUSAN AKUNTANSI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI WIDYA GAMA
LUMAJANG
2014
ANGGARAN BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI

A.   PENGERTIAN ANGGARAN BIAYA UMUM DAN ADMINISTRASI

Anggaran biaya umum adalah anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk direksi dan stafnya, bagian keuangan dan bagian administrasi.
Anggaran administrasi yaitu anggaran yang berisi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan-kegiatan  yang menunjang usaha perusahaan diluar kegiatan pabrik. Anggaran biaya administrasi merupakan anggaran yang disusun secara terperinci tentang besarnya biaya administrasi perusahaan dan biaya-biaya lain untuk keperluan secara keseluruhan dari perusahaan.
Bersama-sama dengan anggaran distribusi, maka anggaran biaya umum dan administrasi ini akan membentuk anggaran biaya operasional (operating expense budget).
Biaya administrasi umum merupakan biaya yang terjadi dibagian administrasi umum. Bagian ini pada umumnya merupakan bagian yang terdiri dari beraneka ragam pekerjaan (selain pekerjaan pabrik dan penjualan) dan karena banyaknya sering disebut sebagai bagian umum. Sesuai dengan namanya yaitu bagian administrasi umum, maka bagian ini akan mengurusi masalah-masalah administrasi perusahaan (kecuali administrasi penjualan dan administrasi pabrik) serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan secara umum. Fasilitas-fasilitas perusahaan untuk para karyawan baik dari pimpinan perusahaan sampai dengan karyawan yang paling bawah akan diurusi didalam bagian ini. Dengan demikian maka besar dan kecilnya suatu perusahaan akan mempengarhi banyak dan sedikitnya serta kompleks dan tidaknya permasalahan yang timbul didalam bagian administrasi umum ini.
Pada umumnya bentuk dari anggaran ini adalah sama pula sebagaimana yang lain, yaitu terdiri dari kolom keterangan dan kolom jumlah rupiah dari masing-masing pos anggaran yang ada. Beberapa perusahaan yang telah mempunyai dan mempergunakan kode rekening untuk setiap pos anggaran yang ada, maka kode rekening ini akan diletakkan pada kolom paling kiri, yaitu sebelum kolom keterangan. 
Hal ini menggambarkan bahwa jika perusahaan membagi kantor administrasi menjadi beberapa bagian, maka rencana tentang biaya administrasi dan masing-masing bagian tersebut juga harus diperinci dan dipisahkan secara jelas.
Termasuk dalam beban ini adalah :
a.    Gaji pegawai bagian adminstrasi
b.    Biaya tulis menulis
c.    Penyusutan atau depresi bangunan kantor
d.    Penyusutan atau depresi inventaris kantor
e.    Biaya telefon
f.     Biaya listrik
g.    Gaji pimpinan perusahaan dan staf, dan lain-lain
Biaya operasi ini sifatnya berubah-ubah sejalan dengan kegiatan perusahaan atau biasanya biaya operasi ini tergolong pada biaya variabel.
Ada beberapa bagian yang biasanya dipergunakan dalam kantor administrasi dan umum antara lain :
a.    Bagian secretariat
b.     Bagian keuangan
c.    Bagian perlengkapan
d.    Bagian personalia
e.    Bagian perhubungan
Dalam penyusunan anggaran biaya administrasi ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran biaya administrasi antara lain:
a.    Anggaran penjualan
b.    Anggaran unit yang diproduksikan
c.    Berbagai standar yang telah ditetapkan perusahaan
d.    System pembayaran upah (gaji)
e.    Metode depresiasi
f.     Metode alokasi biaya
B.   PEMBAGIAN BIAYA BERSAMA
Biaya bersama akan muncul akibat penggunaan fasilitas secara bersama. Misalnya sebuah gedung dipakai oleh bagian penjualan, bagian pabrik dan untuk kantor administrasi. Karena dipakai bersama maka secara proporsional biaya depresiasi gedung tersebut akan dialokasikan atau akan ditanggung oleh masing-masing bagian sesuai dengan luas gedung yang digunakan. Dasar yang digunakan untuk pembagian biaya bersama tergantung pada fasilitas tersebut. Misalnya untuk gedung didasarkan pada luas bangunan, kendaraan didasarkan kilometer pemakaian,dan lain sebagainya.
C.   KEGUNAAN ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI
Kegunaan Budget Biaya Administrasi :
  1. Secara umum mempunyai Tiga Kegunaan pokok (sebagai kegunaan Manajerial) yaitu :
    1. sebagai pedoman kerja,
    2. sebagai alat manajemen untuk menciptakan koordinasi kerja
    3. sebagai alat manajemen untuk melakukan evaluasi atau pengawasan kerja
2.    Secara khusus mempunyai kegunaan antara lain Sebagai dasar untuk menyusun budget kas karena sebagian dari biaya administrasi memerlukan  pembayaran atau pengeluaran kas. Sedangkan sebagian lain dari biaya administrasi  tidak memerlukan pembayaran atau pengeluaran kas, seperti misalnya biaya depresiasi dari aktiva tetap yang ada di lingkungan Bagian Administrasi Umum.
D.   PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA ADMINISTRASI
Dalam mempersiapkan dan menyusun anggaran sangat tergantung pada struktur organisasi dari masing-masing perusahaan, akan tetapi pada garis besarnya tugas mempersiapkan dan menyusun anggaran dapat didelegasikan kepada :
  1. Bagian administrasi, bagi perusahaan kecil. Hal ini disebabkan karena kegiatan-kegiatan perusahaan tidak terlalu kompleks, sederhana dengan ruang lingkup terbatas, sehingga tugas penyusunan anggaran dapat diserahkan kepada salah satu bagian saja dari perusahaan yang bersangkutan. Dibagian administrasi inilah terkumpul semua data-data dan informasi yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, baik kegiatan di bidang pemasaran, kegiatan di bidang produksi, kegiatan di bidang pembelanjaan, maupun kegiatan di bidang personalia. Dengan bekal data dan informasi tersebut ditambah dengan data dan informasi dari luar perusahaan (ekstern), bagian administrasi diharapkan lebih mampu menyusun anggaran daripada bagian-bagian lain dalam perusahaan.
  2. Panitia anggaran, bagi perusahaan yang besar. Hal ini disebabkan karena kegiatan perusahaan yang cukup kompleks, beraneka ragam, dengan ruang lingkup yang cukup luas, sehingga bagian administrasi tidak mungkin dan tidak mampu lagi menyusun anggaran sendiri tanpa partisipasi secara aktif bagian-bagian lain dalam perusahaan. Oleh karena itu tugas menyusun anggaran perlu melibatkan semua unsur yang mewakili semua bagian yang ada dalam perusahaan, yang duduk dalam panitia anggaran . Tim penyusun anggaran ini biasanya diketuai oleh salah seorang pimpinan perusahaan dengan anggota-anggota yang mewakili bagian pemasaran, bagian produksi, bagian perbelanjaan serta bagian personalia.
Sebelum disyahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, masih dimungkinkan pula untuk diadakannya pembahasan-pembahasan antara pimpinan tertinggi perusahaan dengan pihak yang diserahi tugas menyusun rancangan anggaran tersebut.
Setelah disyahkan oleh pimpinan tertinggi perusahaan, maka rancangan anggaran tersebut telah menjadi anggaran yang defenitif, yang akan dijadikan sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja dan sebagai alat pengawasan. Bilamana tugas penyusunan rancangan anggaran serta anggaran yang defenitif telah selesai, maka panitia anggaran tidak bubar, melainkan secara berkala masih perlu mengadakan pertemuan-pertemuan konsultatif guna membahas pelaksanaan anggaran tersebut dari waktu ke waktu, untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi, serta mengadakan revisi-revisi terhadap anggaran yang telah disusun bilamana memang dirasa perlu.
Karena biaya administrasi terdiri dari berbagai biaya maka dalam menentukan besarnya biaya administrasi pada waktu yang akan datang  perlu didasarkan pada sifat biaya masing-masing komponen biaya tersebut.
~  Biaya tetap
Untuk biaya-biaya yang sifatnya tetap seperti depresiasi, gaji karyawan maka penentuan biaya pada periode yang akan datang didasarkan pada periode sebelumnya.
~  Biaya variabel
Untuk biaya-biaya yang sifatnya variabel seperti kertas dan alat tulis dan peralatan habis pakai lainnya, maka penentuan tersebut biaya pada periode yang akan datang didasarkan pada tarif biaya tersebut pada waktu yang lalu. Berbeda dengan biaya tetap, tarif biaya variabel memerlukan penyesuaian karena perubahan harga-harga yang terjadi di pasar.
~  Biaya semivariabel
Untuk biaya-biaya yang sifatnya semivariabel seperti pemeliharaan gedung, maka penentuan biaya pada periode yang akan datang didasarkan pada analisis terhadap biaya tersebut. Sebagian biaya yang bersifat tetap besarnya sama dengan periode sebelumnya, sedang sebagian yang bersifat variabel akan ditentukan berdasarkan tertentu.
Data dan informasi yang diperlukan untuk menyusun Budget Biaya administrasi  antara lain :
~  Rencana penjualan yang tertuang dalam butget penjualan. Khususnya tentang kuantitas dari masing-masing jenis barang yang akan dijual dari waktu ke waktu yang akan datang. Hal ini disebabkan karna kegiatan penjualan termasuk salah satu kegiatan yang dicatat dan diadministrasikan oleh bagian umum administrasi perusahaan.
~  Rencana produksi yang tertuang dalam butget unit yang akan diproduksikan, khusus nya tentang jumblah kuantitas dari masing-masing jenis barang yang akan diproduksikan dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama periode tertentu yang akan datang.
~  Berbagai satandar biaya-biaya yang termasuk dalam kelompok biaya administrasi yang telah di tetapkan perusahaan. Standar-satandar biaya semacam ini sangat diperlukan oleh perusahaan, untuk mengendalikan efesiensi kerja para karyawan (controlling). Standar biaya-biaya yang termasuk dalam kelommpok biaya administrasi ini dihimpun menjadi satu dalam suatu anggran variable (variable butget) besama-sama dengan standar-standar biaya yang termasuk dalam kelompok biaya pabrik tidak langsung.
~  Sistem pembayaran upah (gaji) yang dipakai oleh perusahaan, khususnya upah yang di bayarkan oleh perusahaaan kepada karyawan dibagian administrasi umum.
~  Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan, khususnya depresiasi terhadap aktiva tetap pada bagian administrasi umum.
~  Metode alokasi biaya yang dipakai oleh perusahaan untuk membagi (distribusi) biaya-biaya yang semula merukan satu kesatuan biaya bersama (join cost) kedalam kelompok-kelompok sesuai dengan tempat dimana biaya itu terdapat atau terjadi.
E.   CONTOH SOAL
Contoh Budget Biaya Administrasi Triwulan I :
PT. XYZ Persada, sesuai dengan struktur organisasinya membagi bagian administrasi umum menjadi tiga  Subbagian : Sub Bagian Sekretariat, Sub bagian Pembukuan dan Sub Bagian Rumah Tangga. Untuk Keperluan penyusunan Budget Biaya Administrasi Tahun 2009 perusahaan telah menetapkan standar biaya beserta alokasinya sebagai berikut :
·         Besarnya gaji karyawan administrasi umum ditetapkan dalam jumlah tertentu untuk satu bulan dan tidak di pengaruhi banyak sedikitnya produksi atau penjualan  pada bulan yang berangkutan. Selama tahun 2009 direncanakan ada kenaikan gaji pada bulan Mei sebesar 10% , sebagai contoh tiap bulannya gaji karyawan pada masing-masing Sub Bagian adalah sebagai berikut :
- Sub Bagian Sekretariat        :                Rp. 12.000.000,-
- Sub Bagian Pembukuan       :               Rp. 11.000.000,-
- Sub Bagian Rumah Tangga  :               Rp. 10.000.000,-
·         Besarnya Biaya Bahan Pembantu untuk keperluan administrasi bagi masing-masing sub bagian pada bulan Januari s/d April 2009 adalah :
- Sub Bagian Sekretariat         :               Rp. 750.000 di tambah Rp. 60 per JKTKL
- Sub Bagian Pembukuan       :               Rp. 600.000 di tambah Rp. 60 per JKTKL
- Sub Bagian Rumah Tangga :               Rp. 750.000 di tambah Rp. 60 per JKTKL
Berdasarkan budget upah TKL yang telah terlebih dulu di susun diketahui bahwa pada tiap bulannya Januari s/d April 2009  yang akan datang perusahaan akan melakukan produksi selama 51.000 JKTKL
·         Besarnya biaya pemeliharaan Gedung untuk tiap bulannya Januari s/d April 2009 direncanakan sebesar Rp. 1.000.000 ditambah dengan Rp. 5 per JKTKL. Bagian Administrasi Umum memikul 10% dari Biaya Pemeliharaan Gedung tersebut dan berdasarkan perbandingan luas masing-masing Sub Bagian yang ada di bagian Administrasi Umum ditetapkan perbandingan sebagai berikut :
- Sub Bagian Sekretariat         :               40%
- Sub Bagian Pembukuan       :               30%
- Sub Bagian Rumah Tangga :               30%
·         Besarnya Biaya pemeliharaan alat-alat untuk masing-masing sub bagian di bagian Administrasi Umum telah ditetapkan untuk tiap bulannya Januari s/d April 2009 :
- Sub Bagian Sekretariat         :               Rp. 100.000 di tambah Rp. 40 per JKTKL
- Sub Bagian Pembukuan       :               Rp. 100.000 di tambah Rp. 40 per JKTKL
- Sub Bagian Rumah Tangga :               Rp. 100.000 di tambah Rp. 40 per JKTKL
·         Besarnya Biaya Listrik Perusahaan untuk tiap bulannya  diperkirakan selalu sama  sebesar Rp. 1.000.000,-  Bagian Administrasi Umum memikul 30% dari Biaya Listrik  tersebut dan berdasarkan perbandingan penggunaan watt masing-masing Sub Bagian yang ada di bagian Administrasi Umum ditetapkan perbandingan sebagai berikut :
- Sub Bagian Sekretariat         :               40%
- Sub Bagian Pembukuan       :               30%
- Sub Bagian Rumah Tangga :               30%
·         Besarnya Biaya Depresiasi Gedung  untuk tiap bulannya  dengan mengunakan Metode Garis Lurus  Rp. 3.000.000,- per bulan.  Bagian Administrasi Umum memikul 15% dari Biaya Depresiasi  tersebut dan berdasarkan perbandingan luas  masing-masing Sub Bagian yang ada di bagian Administrasi Umum ditetapkan perbandingan sebagai berikut :
- Sub Bagian Sekretariat         :               40%
- Sub Bagian Pembukuan       :               30%
- Sub Bagian Rumah Tangga :               30%
·         Besarnya Biaya Depresiasi Alat-alat  untuk tiap bulannya  dengan mengunakan Metode Garis Lurus  ditetapkan di bagian Administrasi Umum  sebagai berikut :
- Sub Bagian Sekretariat        :               Rp. 75.000,- per bulan
- Sub Bagian Pembukuan      :               Rp. 110.000,- per bulan
- Sub Bagian Rumah Tangga :               Rp. 80.000,- per bulan





PT XYZ Persada.
Budget Biaya Administrasi Umum

Januari – Maret 2009




(Rupiah)
Keterangan
Sekretariat
Pembukuan
Rumah Tangga
Jumlah
Januari




Gaji Karyawan
12.000.000
11.000.000
10.000.000
33.000.000
Bahan Pembantu
3.810.000
3.660.000
3.810.000
11.280.000
Pemeliharaan Gedung
50.200
37.650
37.650
125.500
Pemeliharaan Alat
2.140.000
2.140.000
2.140.000
6.420.000
Listrik
120.000
90.000
90.000
300.000
Depresiasi Gedung
180.000
135.000
135.000
450.000
Depresiasi Alat-alat
75.000
110.000
80.000
265.000
Jumlah
18.375.200
17.172.650
16.292.650
51.840.500





Februari




Gaji Karyawan
12.000.000
11.000.000
10.000.000
33.000.000
Bahan Pembantu
3.810.000
3.660.000
3.810.000
11.280.000
Pemeliharaan Gedung
50.200
37.650
37.650
125.500
Pemeliharaan Alat
2.140.000
2.140.000
2.140.000
6.420.000
Listrik
120.000
90.000
90.000
300.000
Depresiasi Gedung
180.000
135.000
135.000
450.000
Depresiasi Alat
75.000
110.000
80.000
265.000
Jumlah
18.375.200
17.172.650
16.292.650
51.840.500





Februari




Gaji Karyawan
12.000.000
11.000.000
10.000.000
33.000.000
Bahan Pembantu
3.810.000
3.660.000
3.810.000
11.280.000
Pemeliharaan Gedung
50.200
37.650
37.650
125.500
Pemeliharaan Alat
2.140.000
2.140.000
2.140.000
6.420.000
Listrik
120.000
90.000
90.000
300.000
Depresiasi Gedung
180.000
135.000
135.000
450.000
Depresiasi Alat
75.000
110.000
80.000
265.000
Jumlah
18.375.200
17.172.650
16.292.650
51.840.500





Jumlah Triwulan I
55.125.600
51.517.950
48.877.950
155.521.500





Daftar Pustaka

Haruman,Tendi dan Sri Rahayu.2007. Penyusunan Anggaran Perusahaan. Penerbit Graha Ilmu: Yogyakarta.
Adisaputro,Gunawan dan Marwan Asri.2008. Anggaran Perusahaan. Penerbit BPFE-Yogyakarta.


penganggaran perusahaan



materi penganggaran perusahaan
ANGGARAN PENJUALAN

1.      Pengertian
Anggaran merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di masa yang akan datang.
Anggaran jualan berarti anggaran hasil penjualan atau anggaran hasil proses menjual. Menjual (sell) berarti menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga tertentu dan pada saat tertentu. Penjualan (selling) berarti proses kegiatan menjual, yaitu dari kegiatan penetapan harga jual sampai produk sampai didistribusikan ke tangan konsumen (pembeli). Jualan (sales) adalah hasil penjualan atau hasil proses menjual. Jadi penjualan memiliki arti yang berbeda dengan jualan. Anggaran jualan disusun oleh fungsi penjualan. Anggaran jualan merupakan rencana tertulis yang dinyatakan dalam angka dari produk yang akan dijual perusahaan pada periode tertentu. Jualan merupakan unsur dapatan (revenue) yang disebut dapatan jualan (sales revenues).
Sedangkan anggaran penjualan itu sendiri adalah suatu anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penjualan perusahan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
2.      Manfaat Penyusunan Anggaran Penjualan
Manfaat utama dari anggaran penjualan adalah:
a.    Mengurangi ketidakpastian dimasa depan.
b.    Memasukkan pertimbangan /keputusan manajemen dalam proses perencanaan.
c.    Memberikan informasi dalam profit planing control.
d.   Untuk mempermudah pengendalian penjualan.
Fungsi dari anggaran penjualan dalam suatu perusahaan dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.    Anggaran penjualan adalah dasar perencanaan atas kegiatan perusahaan pada umumnya.
b.    Anggaran penjualan sebagai alat koordinasi dan mengarahkan setiap pelaksanaan divisi pemasaran.
c.    Anggaran penjualan sebagai alat pengorganisasian.
d.   Anggaran penjualan sebagai alat pengawasan bagi manajemen.
3.      Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran Penjualan
Ø  Faktor Intern
a.    Yang termasuk dalam faktor intern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat didalam perusahaan sendiri. Faktor- faktor tersebut antara lain berupa:
b.    Penjualan tahun-tahun yang lalu meliputi baik kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun tempat penjualannya.
c.    Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, seperti tentang pemilihan saluran distribusi, pemilihan media-media promosi, cara penetapan harga jual dan sebagainya.
d.   Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang.
e.    Tenaga kerja yang tersedia, baik jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya, serta kemungkinan pengembangannya diwaktu yang akan datang.
f.     Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang.
Ø  Faktor Ekstern
Yang termasuk dalam faktor ekstern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di luar perusahaan, tetapi di sana mempunyai pengaruh terhadap budget penjualan perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa:
a.    Keadaan persaingan dipasar.
b.    Posisi perusahaan dalam persaingan.
c.    Tingkat pertumbuhan penduduk.
d.   Tingkat penghasilan masyarakat.
e.    Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan, yang terutama akan mempengaruhi dalam merencanakan harga jual dalam budget penjualan yang akan disusun.
f.     Agama, adat- istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat.
g.    Berbagai kebijakan pemerintah baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun keamanan.
h.    Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
i.      Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen dan kemungkinan perubahannya, dan sebagainya.
4.      Penyusunan Anggaran Penjualan
Untuk menyusun budget penjualan diperlukan penaksiran-penaksiran (forecasting) khususnya penaksiran tentang jumlah produk yang diperkirakan akan mampu dijual beserta harga jualnya, yang masing-masing dikaitkan dengan jenis produk yang akan dijual, dengan waktu serta tempat penjualannya.
Menurut sifatnya cara untuk melakukan penaksiran-penaksiran tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Penaksiran yang bersifat kualitatif
Merupakan cara penaksiran yang menitik beratkan pada pendapat seseorang. Cara penaksiran ini mempunyai kelemahan yang menonjol, yaitu bahwa pendapat seseorang seringkali banyak diwarnai oleh hal-hal yang bersifat subyektif dari pada bersifat obyektif. Dengan demikian ketepatan hasil taksirannya menjadi diragukan. Adapun beberapa cara penaksiran yang bersifat kualitatif ini antara lain:
a. Pendapat pimpinan bagian pemasaran
b. Pendapat para petugas penjualan.
c. Pendapat lembaga-lembaga penyalur.
d. Pendapat konsumen.
e. Pendapat para ahli yang dipandang memahami ( konsultan).
2. Penaksiran yang bersifat kuantitatif
Ialah cara penaksiran yang menitik beratkan pada perhitungan-perhitungan angka dengan menggunakan berbagai metode statistika. Cara penaksiran ini juga mempunyai kelemahan yaitu adanya hal-hal yang tidak dapat diukur secara kuantitatif misalnya selera konsumen, kebiasaan konsumen, tingkat pendidikan, dan cara berfikir masyarakat, struktur masyarakat dan sebagainya. Adapun beberapa cara penaksiran yang bersifat kuantitatif antara lain:
a. Cara yang mendasarkan diri pada data historis dari suatu variabel saja, yaitu variabel yang akan ditaksir itu sendiri. Misalnya dengan metode trend bebas, trend setengah rata-rata, trand moment, trend least-square, dan kuadrik.
b. Cara yang mendasarkan diri pada data historis dari variabel yang akan ditaksir serta hubungannya dengan data historis dari variabel lain yang diduga mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perkembangan variabel yang akan di taksir tersebut. Misalnya dengan metode regresi tunggal dan regresi berganda.
c. Cara penaksiran yang menggunakan metode-metode statistik yang diterapkan pada berbagai analisa khusus. Misalnya analisa industri, analisa jenis-jenis produk yang dihasilkan perusahaan, dan analisa pemakai akhir dari produk.
Dengan menggunakan berbagai cara penaksiran yang berbeda, akan diperoleh angka taksiran yang berbeda pula. Angka-angka taksiran ini tidak dengan sendirinya menjadi angka yang dimuat dalam budget penjualan melainkan merupakan bahan pertimbangan yang masih akan dibahas lebih lanjut dalam panitia budget.
Sebagai ilustrasi, berikut ini diberikan contoh cara penaksiran yang bersifat kuntitatif (metode trend moment dan metode least square), sehingga mendapat gambaran yang lebih jelas:
1. Metode Trend Moment
Metode trend moment menggunakan cara-cara perhitungan statistika dan matematika tertentu untuk mengetahui fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-patah yang dibentuk oleh data historis perusahaan. Dengan demikian pengaruh unsur-unsur subyektif dapat dihindarkan.
Prinsip-prinsip pengerjaan metode trend moment adalah sebagai berikut:
a. Barang tahan lama minimal satu tahun.
b. Barang yang selalu diperlukan, misalnya sembako.
c. Kegiatan usaha sudah berjalan minimal dua tahun, digunakan sebagai data penjualan tahun yang lalu.
d. Jumlah data tahun lalu baik tahun ganjil maupun genap tetap diurut dari 0, 1, 2, 3,…..dst pada kolom x.
Rumus metode trend moment:
I. Y= a + bx
II. ∑ y= n.a + b.∑ x
III. ∑ xy= a. ∑ x + b. ∑ x2

5.      Bentuk Anggaran Penjualan
Tidak ada suatu bentuk standar yang harus dipergunakan oleh perusahaan jika akan menyusun budget penjualan. Ini berarti tiap-tiap perusahaan mempunyai kebebasan untuk menentukan bentuk serta formatnya. Namun harus mencakup rencana tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual, harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualan.
6.      Beberapa Hal yang Perlu diperhatikan dalam Penyusunan Anggaran Penjualan
a.       Rincian jumlah dan jenis produk perusahaan.
Anggaran penjualan hendaknya menyebutkan dengan jelas jenis produk yang akan dijual serta jumlah unit dari masing-masing produk tersebut. Walaupun nantinya seluruh penjualan akan dijumlahkan, namun untuk keperluan pengawasan perlu masing-masing jenis peroduk yang dijual tersebut diketahui jumlahnya.
b.      Rincian daerah pemasaran.
Dewasa ini merupakan hal yang umum apabila suatu perusahaan mempunyai daerah pemasaran yang cukup luas. Bagi perusahaan-perusahaan seperti ini di dalam penyusunan anggaran penjualannya perlu untuk memperlihatkan kemana saja produk perusahaan tersebut akan dijual. Hal ini sangat membantu para pelaksana penjualan serta memudahkan pengawasan penjualan. Pada umumnya daerah pemasaran yang luas ini akan dibagi menjadi beberapa daerah pemasaran dengan dasar-dasar tertentu yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Dasar yang paling umum digunakan adalah letak geografis dan tidak jarang pula yang mempergunakan pembagian atas dasar kota tujuan atau kelompok kota tujuan pemasaran.
c.       Diskriminasi harga
Didalam penentuan harga jual produk, terdapat beberapa perusahaan yang menetapkan harga yang sama bagi penjualan produknya untuk seluruh daerah pemasaran yang ada. Namun demikian tidak disangkal pula bahwa terdapat beberapa perusahaan yang menerapkan kebijakan diskriminasi harga untuk daerah yang berbeda. Untuk perusahaan-perusahaan semacam ini harga yang dapat ditentukan untuk masing-masing daerah pemasaran tersebut harus jelas sehingga dapat diketahui dan diawasi pelakksanaannya dengan mudah. Jika harga untuk masing-masing daerah pemasaran ini tidak dijelaskan maka penjualan produk perusahaan tersebut akan mengalami beberapa kesulitan didalam pemantauannya, karena terdapat beberapa harga yang berbeda antara satu daerah dengan daerah pemasaran yang lainnya.
d.      Potongan harga
Didalam pelaksanaan penjualan produk perusahaan sangat sering dijumpai adanya potongan harga. Bagi pembeli atau distributor yang membeli dalam jumlah tertentu, atau pembayarannya dengan jangka waktu tertentu seringkali mendapatkan perlakuan harga yang berbeda. Untuk memudahkan pengawasan penjualan produk perusahaan ini, maka didalam anggaran yang disusun seharusnya disebutkan seberapa banyak potongan yang akan diberikan oleh perusahaan sehubungan dengan pembelian dengan persyaratan-persyaratan khusus tersebut. Pengawasan pemberian potongan pembelian ini akan lebih mudah apabila perusahaan telah mempersiapkan didalam anggaran yang ddisusun tersebut. Bagi perusahaan-perusahaan dimana potongan pembelian ini merupakan hal yang rutin, misalnya dihubungkan dengan waktu pembayaran, maka lebih baik bila anggaran penjualan yang disusun tersebut dilengkapi dengan anggaran potongan pembelian. Pelaksanaan penyusunan anggaran ini dapat disusun sendiri atau berdiri sendiri, namun tidak jarang pula yang langsung digabungkan dengan anggaran penjualan yang ada.
e.       Pada umumnya anggaran penjualan ini disusun untuk satu periode atau satu tahun. Namun untuk keperluan perencanaan, koordinasi dan pengawasan dalam perusahaan tersebut selayaknya anggaran penjualan yang disusun ini juga dilengkapi dengan rincian penjualan bulanan. Bahkan beberapa perusahaan yang mendasarkan penyusunan anggaran penjualan dari pada pengecer, agen dan distributor, tidak jarang disusun perencanaan penjualan produk perusahaan perbulan dahulu baru kemudian dijadikan perencanaan tahunan dengan jalan menjumlahkan seluruh penjualan bulanan yang ada. Namun bagi perusahaan yang menyusun peramalan penjualan tahunan, pada umumnya pemecahan perencanaan penjualan bulanan ini akan dilaksanakan atas dasar pola penjualan bulanan yang telah ada dari beberapa periode yang telah lalu. Atas dasar pola ini ditentukan berapa besarnya jumlah penjualan perbulan pada periode yang bersangkutan.
Dengan mempertimbangkan kepada beberapa hal tersebut diatas, maka anggaran penjualan produk perusahaan dapat disusun. Semakin jelas anggaran penjualan dalam perusahaan tersebut disajikan, semakin mudah pula manajemen perusahaan yang bersangkutan melaksanakan koordinasi dan pengawasan kegiatan penjualan perusahaan ini.